Trip to Aberdeen


Ga banyak yang bisa dieksplor dari Aberdeen sebenarnya. Lha iya wong bukan kota wisata, tapi kota pekerja minyak. Aberdeen adalah kota minyak. Jadi sejak ada penemuan minyak di North Sea pada tahun 1970-an, Aberdeen terkenal sebagai the Oil Capital of Europe or the Energy Capital of Europe. Banyak banget perusahaan minyak bercokol di sana. Itulah kenapa suami ditugaskan ke Aberdeen, untuk mengikuti training OFS3 dari Slamberseh. But thanks to the assignment in Aberdeen, we just had planned to visit UK, dan akhirnya holiday kami diakhiri di Aberdeen. Di mana suami setiap hari pergi pagi dan pulang sore untuk training, saya dan Runa leha-leha di hotel dan main ke rumah temen kami yang tinggal di sana.

Kalau pertama lihat kotanya, pasti berasa lho kok suram banget ya nih kota, tapi pas udah berikut-berikutnya.. tetep sama kesannya deng, suram, heu. Mungkin karena warna dari kota ini yang ga colorful, semuanya abu-abu. Jadi kebanyakan bangunan di Aberdeen dibuat dari granit, kota ini juga penghasil granit terbesar lo, mangkanya Aberdeen juga dinamakan Granite City, the Grey City.

Jadi trip kami di Aberdeen kali ini full diservis oleh keluarga Bapak Luthfi Hady dan Ibu Yuni. Mulai dari ngejemput kami di Edinburgh sampai menemani kami selama seminggu di sana. Nuhun pisaaannn! Dari Senin sampai Jum’at setelah siang daku sama Runa selalu menyambangi Yuni di rumah. Memang sengaja kami minta dipesenin hotel yang deket sama apartemennya Luthfi, tinggal nyebrang aja gitu loh. Makan siang, ngemil, sampe makan malem dan nonton di sana. Kalo ga ada Yuni, daku ama Runa bakal mati gaya selama nungguin ayahnya Runa training. Judulnya mah trip ke Aberdeen ini mah trip silaturahmi, di sana kami juga ketemu Bonang (sohib Mas Fajar sejak pertama kali nyebur di Slamberseh) dan juga ketemu Vjay (temen sekelas daku, Mas Fajar, dan Luthfi pas SMA), Ajaib pisan bisa ngobrol sama dia, secara kami semua punya dunia masing-masing, ga segenggong. Eh aku ama suami sih segenggong ding, haha.

Oke, skip. Salah satu wisata yang rada terkenal di Aberdeen, atau mungkin Aberdeenshire lebih luasnya, itu adalah Stonehaven. Yaa tebing dan ada lautnya gitu, terus ada kastil kecil di ujung tebing.. Pas sampe sana, kita mah tetep ngampar dan buka bekel makan siang, hehe..

Stonehaven Aberdeenshire
Stonehaven Aberdeenshire. Sori berdua aja, Runa lagi bobo di stroller.

Stonehaven Aberdeenshire
Stonehaven Aberdeenshire. Akhirnya Runa bangun juga.. Bisa sedikit mejeng. The view of Windows wallpaper is really exist! Ga moto selengkapnya sih.

Selama seminggu paling aku sama Runa sempet maen ke mall di Aberdeen. Setidaknya ada 2 mall di sana, Union Square sama Aberdeen Mall (kalo ga salah), dan ada Primark juga di sana, hoho.. cuma rada kurang menggairahkan karena harganya dalam pounds! Tapi  dasar emak-emak ada juga yang nyemplung ke tas belanjaan, tapi buat Runa semua, habis lucu-lucu.. Ga sempet juga foto-foto di sekitaran city center dan mall-nya.

Akhirnya sempet foto terakhir di bandara. Di mana terjadi insiden yang bakal kami (khususnya suami) inget selamanya, beneran insiden juara. Nanti deh ik ceritain lagi. Akhirnya dari Aberdeen kami langsung terbang ke Amsterdam, siap-siap menghadapi kenyataan kembali.

Bye holiday! We will miss youuuu

Aberdeen Airport
Goodbye Aberdeen, Goodbye Scotland, Goodbye UK!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s